Feeds:
Posts
Comments

Hello,

It’s been a while yaa. A couple of weeks ago, me and my friend went to Yogyakarta and it costs so cheap just to get to Yogyakarta. Here are the details:

  1. return ticket per person is 350.000 IDR, we use Airasia :)
  2. airport tax (Jakarta) and Yogyakarta = 40.000+35.000 = 75.000 IDR
  3. Backpacker Hotel incl. breakfast (Indonesian Fried Rice + Egg+ A cup of hot tea) is 40.000 IDR per night per person, its name’s Hotel Puspita, located near South Alun-alun, which is famous for the twin banyan tree. Phone: +62813 2811 4432
  4. Transportation in Yogya, we use TransJogja, only 3500 IDR, fyi, you need TransJogja map to find the nearest bus stop.
  5. Meal in Yogya is super cheap. You can find cheap traditional meal everywhere.

Before going to Yogya I visit yogyes.com, this site has so many information about what to visit in Yogyakarta and also where to stay, it also provides a great map.

So, weekend ini gw struggling buat masukin ebook dari Laptop (Win XP SP3) ke Galaxy Tab 10.1 dan akhirnya nemu cara dari site Kaskus. Berikut ini adalah caranya:

  1. Download bahannya disini
  2. Ekstrak file yang sudah di download
  3. Jangan hubungkan gtab ke PC.
  4. Uninstall Samsung USB Driver (jika sebelumnya sudah pernah terinstall di PC). Restart PC.
  5. Install wmfdist11.exe (WMP 11 runtime library)
  6. Install umdf.exe (User-mode Driver Framework)
  7. Restart PC.
  8. Install SAMSUNG USB Driver v1.4.2.2.exe
  9. Restart PC
  10. Hubungkan gtab ke PC pakai kabel data. USB Debugging jangan di centang.

thanks to agan f4toni.

source: http://www.kaskus.us/showpost.php?p=515579891&postcount=3443

for full article about GTab 10.1 in Kaskus, find it here

Nemuin lagi beberapa tips untuk selamatkan hutan dengan menghemat kertas :)

Tips hemat kertas di tempat kerja:

  • Sebisa mungkin hindari mencetak dokumen atau imel yang tidak penting.
  • Tulis slogan “THINK BEFORE YOU PRINT!” dengan huruf besar, dan tempel di dinding kantor atau di dekat layar komputer.
  • Gunakan/ cetak kertas bolak-balik. Tindakan ini bisa menghemat penggunaan kertas hingga 50%.
  • Saat akan mencetak dokumen, gunakan menu “print 2 pages per sheet”. Artinya, 2 halaman dicetak jadi 1 halaman. Hurufnya memang jadi lebih kecil, tapi masih nyaman untuk dibaca.
  • Kirimlah draft dokumen (masih perlu diedit ulang) melalui surat elektronik dan hindari pencetakan salinan draft dokumen yang tidak perlu.
  • Atau tempelkan draft dokumen pada papan pengumuman untuk digunakan bersama-sama. Ini lebih baik daripada mendistribusikan begitu banyak salinan dokumen.
  • Kumpulkan kertas yang satu sisinya masih kosong. Pakai ulang kertas (reuse) untuk mencetak atau fotokopi dokumen.
  • Atau pakai ulang kertas tersebut sebagai kertas fax.
  • Hindari penggunaan fax sheet cover, yang seringkali memakan hampir satu halaman penuh.
  • Amplop bekas yang masih rapi, bisa digunakan ulang. Bagian nama penerima & pengirim bisa ditiban dengan stiker atau kertas kosong. Tetap terlihat sopan kok.
  • Belilah printer dan mesin fotokopi yang mampu mencetak pada kedua sisi kertas secara otomatis. Dan pastikan setiap orang paham cara penggunaannya.
  • Jangan lupa, di setiap imel kita bikin tulisan seperti, “Please don’t print this e-mail unless you really need to. Save trees!”

Tips hemat kertas saat rapat/workshop/seminar:

  • Sebaiknya saat rapat/seminar/workshop membawa buku catatan sendiri, sehingga tidak perlu menerima buku catatan baru.
  • Saat menyelenggarakan acara seperti seminar/workshop, materi untuk seminar kit bisa dibuat dari kertas-kertas bekas di kantor. Lalu, di bagian depan (cover) ditulis info seperti,”Sebagai upaya menyelamatkan hutan, kami menggunakan kertas bekas untuk seminar kit ini”.
  • Materi presentasi sebaiknya dibagikan dalam bentuk flash disk (atau CD), yang bisa diubah seketika saat acara berlangsung, karena pembicara seringkali memberikan file di detik-detik terakhir pas hari H. Cara ini jelas sangat mengurangi penggunaan kertas dalam jumlah banyak (yang bisa saja setelah selesai workshop, materinya dibuang oleh para peserta). Dan juga menghemat biaya dibanding membuat seminar kit khusus dalam bentuk hardcopy.

Tips hemat kertas saat berbelanja dan kegiatan lainnya:

  • Saat isi pulsa ponsel, pilih yang elektronik aja. Sayang kan kertas voucher, baru dibeli langsung dibuang.
  • Ketika gaul di kafe atau resto yang menggunakan kertas untuk alas gelas dan piring, kembalikan alas kertas tersebut ke pelayan. Katakan bahwa kita tidak membutuhkannya.
  • Saat gaul di mall/pusat perbelanjaan/pameran, pihak SPG sering memberikan kita flyer ato brosur promosi produk baru. Jika berminat untuk tahu, kita bisa berhenti sebentar untuk membaca. Setelah itu, brosur bisa kita kembalikan. Dengan begitu kita hanya membawa pulang brosur yang infonya benar-benar kita butuhkan.
  • Hindari menerima laporan rekening bank atau tagihan ponsel dalam bentuk lembaran kertas yang dikirim via pos. Kontak bagian customer service untuk bilang bahwa kita lebih memilih informasi yang bisa dilihat secara online via internet.
  • Untuk kirim undangan kawin/arisan/seminar, sebaiknya gunakan e-mail aja.
  • Undangan perkawinan saat ini bisa dibuat dalam bentuk interaktif. Jadi yang bersangkutan tinggal kirim alamat tautannya ke pihak yang akan diundang. Lebih murah dan tidak menggunakan kertas.
  • Namun, jika harus membuat undangan kawin dalam bentuk kertas, sebisa mungkin bikin yang sederhana dan tidak menggunakan banyak kertas. Selain lebih hemat biaya, semahal apapun undangan kawin pasti akan berakhir di tong sampah.
  • Suka membeli buku? Coba kontak penerbit buku favorit kamu agar menggunakan kertas daur ulang (seperti kertas koran) untuk mencetak buku. Selain supaya harganya bisa lebih murah, juga supaya tampak seperti novel impor yang bukunya lebih tipis dan tidak berat.

sumbernya: http://greenlifestyle.or.id/tips/detail/tips_selamatkan_hutan_dengan_menghemat_kertas

Selama dua tahun belakangan ini saya mencoba menjadi lebih green dan peduli sama lingkungan/bumi ini. Beberapa hal kecil yang sudah saya mulai dari dua tahun lalu adalah:

  1. Saya stop menggunakan kantong plastik kalau berbelanja di supermarket/mini market/pasar. Biasanya saya bawa tas kain sendiri atau tas saya sendiri untuk menampung barang-barang belanjaan saya.
  2. Mematikan keran air ketika saya sedang menyabuni tangan saya dan baru menyalakan keran air lagi ketika ingin membilas tangan saya.
  3. Membuang sampah benar-benar pada tempatnya dan memberi peringatan kepada siapa pun yang membuang sampah tidak pada tempatnya, meskipun dia sahabat saya sendiri. Jika tidak ada tempat sampah terdekat, simpan sampah tersebut di kantong celana/tas/baju.
  4. Menggunakan barang-barang bekas untuk barang-barang baru lagi. Seperti kotak bekas brownies Amanda yang saya gunakan untuk kotak tissue, kaleng susu untuk tempat pulpen, kardus susu/jco donat dipotong-potong untuk jadi pembatas buku.

dan yang baru saya lakukan akhir-akhir ini:

  1. Mulai mengurangi penggunaan tissue. Dan kalau pun saya terpaksa harus beli tissue saya beli yang ukurannya benar-benar kecil yang isinya 200 sheets. Hingga sekarang saya pakai tissue tersebut sudah hampir 2 bulan lebih.
  2. Mulai mengurangi penggunaan kertas, beralih ke ebook dan menggunakan smartphone untuk mencatat.
  3. Mematikan lampu jika tidak digunakan.
  4. Mematikan komputer jika saat pulang dari kantor.

mungkin baru sedikit hal yang saya lakukan untuk menyelamatkan lingkungan hidup/bumi ini dan semoga saja akan ada banyak hal lagi. Tetapi sedikit hal yang kita lakukan jauh lebih baik dari pada tidak sama sekali, bukan ;)

 

Beberapa hari ini saya lagi giat-giatnya menjadi go green. Terus nemuin artikel bagus banget,

dari: http://greenlifestyle.or.id/tips/detail/cara_mudah_membibit_pohon_buah

Saya emang dari dulu pengen banget menanam biji buah apapun yang saya makan. Misalnya lagi makan mangga yang rasanya enaaaaaaaakk banget, pengen banget punya pohonnya, tapi ngga ngerti cara menanam yang benarnya gimana, makanya saya ngga jadi-jadi menanam.

Nah berikut ini adalah tips-tips membibit pohon buah:

  1. Saat makan buah-buahan, jangan lupa untuk mengumpulkan bijinya
  2. Jemur biji tersebut di bawah sinar matahari selama 1 minggu
  3. Kemudian tanam biji tersebut di dalam polybag yang telah diisi dengan tanah, pupuk kandang, pupuk organik dan pasir
  4. Siram biji yang telah ditanam di dalam polybag, 2x sehari
  5. Jangan lupa letakan polybag di bawah sinar matahari.
  6. Jika berhasil, maka akan keluar batang dan daun dari biji tersebut.
  7. Bila bibit pohon sudah setinggi 30 cm, bisa diberikan kepada keluarga, kerabat atau tetangga untuk kemudian ditanam

Yuk, kita coba.. Saya baru aja mau coba.. Happy planting :)

 

 

After Passing the ISTQB-ISEB Foundation Certification, I consider to post about how to find out decision coverage percentage. Here is a case study:

There is a pseudocode:
Begin
Read Time
If Time 12 Then
print(Time-12, “pm”)
Endif
If Time = 12 Then
print(Time, “noon”)
Endif
End

If the test cases Time=11 and Time = 15 were input, what level of decision coverage would be achieved?

Let’s find out the solution of case study up there:

Take a look at first condition –> If Time if Time > 12 Then…
if Time = 11 then the first condition will be False. (3)
and if Time = 15 then the first condition will be True. (4)
So: Again, Both of possibility are fulfilled for the second condition.(2 results)

Okay, Let’s try the third condition –> if Time = 12 Then…
if Time = 11 then the first condition will be False. (5)
and if Time = 15 then the first condition will be False. (6)
For this condition, with Time=11 and Time=15, we only get False condition and there is no True condition. Because there is no True condition for those two test cases, we count the coverage as 1 (result is False only). (1 result)

So, Decision coverage would be achieved is (2 results + 2 results + 1 results) / (many possibilities) = 5/6

In order to get 100% Decision Coverage all possibilites of conditional statement must be fulfilled. By adding the Test Cases, Time = 12, Time = 11, and Time=15.

Feel free to ask me :)

Dikarenakan banyak teman-teman yang bertanya apa sih Hari Raya Galungan itu? Maka saya post tentang makna Filosofis Galungan.

Galungan adalah suatu upacara sakral yang memberikan kekuatan spiritual agar mampu membedakan mana dorongan hidup yang berasal dari adharma dan mana dari budhi atma yaitu berupa suara kebenaran (dharma) dalam diri manusia.

Selain itu juga memberi kemampuan untuk membeda-bedakan kecendrungan keraksasaan (asura sampad) dan kecendrungan kedewaan (dewa sampad). Harus disadari bahwa hidup yang berbahagia atau ananda adalah hidup yang memiliki kemampuan untuk menguasai kecenderungan keraksasaan. 

Galungan adalah juga salah satu upacara agama Hindu untuk mengingatkan manusia secara ritual dan spiritual agar selalu memenangkan Dewi Sampad untuk menegakkan dharma melawan adharma. Dalam lontar Sunarigama, Galungan dan rincian upacaranya dijelaskan dengan mendetail. Mengenai makna Galungan dalam lontar Sunarigama dijelaskan sebagai berikut: 

Budha Kliwon Dungulan Ngaran Galungan patitis ikang janyana samadhi, galang apadang maryakena sarwa byapaning idep 

Artinya: Rabu Kliwon Dungulan namanya Galungan, arahkan ber-satunya rohani supaya mendapatkan pandangan yang terang untuk melenyapkan segala kekacauan pikiran. 

Jadi, inti Galungan adalah menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran dan pendirian yang terang. Bersatunya rohani dan pikiran yang terang inilah wujud dharma dalam diri. Sedangkan segala kekacauan pikiran itu (byaparaning idep) adalah wujud adharma. 

Dari konsepsi lontar Sunarigama inilah didapatkan kesimpulan bahwa hakikat Galungan adalah merayakan me-nangnya dharma melawan adharma. Untuk memenangkan dharma itu ada serangkaian kegiatan yang dilakukan sebelum dan setelah Galungan. Sebelum Galungan ada disebut Sugihan Jawa dan Sugihan Bali. Kata Jawa di sini sama dengan Jaba, artinya luar. Sugihan Jawa bermakna menyucikan bhuana agung (bumi ini) di luar dari manusia. Sugihan Jawa dirayakan pada hari Wrhaspati Wage Wuku Sungsang, enam hari sebelum Galungan. 

Dalam lontar Sundarigama disebutkan bahwa pada hari Sugihan Jawa itu merupakan Pasucian dewa kalinggania pamrastista batara kabeh (Penyucian Dewa, karena itu hari penyucian semua bhatara). Pelaksanaan upacara ini adalah dengan membersihkan segala tempat dan peralatan upacara di masing-masing tempat suci. Sedangkan pada hari Jumat Kliwon Wuku Sungsang disebutkan: 

Kalinggania amretista raga tawulan (Oleh karenanya menyucikan badan jasmani masing-masing). Karena itu Sugihan Bali disebutkan menyucikan diri sendiri. Kata bali dalam bahasa Sansekerta berarti kekuatan yang ada di dalam diri. Dan itulah yang disucikan. Pada Redite Paing Wuku Dungulan diceritakan Sang Kala Tiga Wisesa turun mengganggu manusia. Karena itulah pada hari tersebut dianjurkan anyekung jñana, artinya: mendiamkan pikiran agar jangan dimasuki oleh Butha Galungan. Dalam lontar itu juga disebutkan nirmalakena (orang yang pikirannya selalu suci) tidak akan dimasuki oleh Butha Galungan. 

Pada hari Senin Pon Dungulan disebut Penyajaan Galungan. Pada hari ini orang yang paham tentang yoga dan samadhi melakukan pemujaan. Dalam lontar disebutkan, “Pangastawaning sang ngamong yoga samadhi.” 

Pada hari Anggara Wage wuku Dungulan disebutkan Penampahan Galungan. Pada hari inilah dianggap sebagai hari untuk mengalahkan Butha Galungan dengan upacara pokok yaitu membuat banten byakala yang disebut pamyakala lara melaradan. Umat kebanyakan pada hari ini menyembelih babi sebagai binatang korban. Namun makna sesungguhnya adalah pada hari ini hendaknya membunuh sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri. Demikian urutan upacara yang mendahului Galungan. 

Setelah hari raya Galungan yaitu hari Kamis Umanis wuku Dungulan disebut Manis Galungan. Pada hari ini umat mengenang betapa indahnya kemenangan dharma. Umat pada umumnya melam-piaskan kegembiraan dengan mengunjungi tempat-tempat hiburan terutama panorama yang indah. Juga mengunjungi sanak saudara sambil bergembira-ria. 

Hari berikutnya adalah hari Sabtu Pon Dungulan yang disebut hari Pemaridan Guru. Pada hari ini, dilambangkan dewata kembali ke sorga dan meninggalkan anugrah berupa kadirghayusaan yaitu hidup sehat panjang umur. Pada hari ini umat dianjurkan menghaturkan canang meraka dan matirta gocara. Upacara tersebut barmakna, umat menikmati waranugraha Dewata. 

Pada hari Jumat Wage Kuningan disebut hari Penampahan Kuningan. Dalam lontar Sundarigama tidak disebutkan upacara yang mesti dilangsungkan. Hanya dianjurkan melakukan kegiatan rohani yang dalam lontar disebutkan Sapuhakena malaning jnyana (lenyapkanlah kekotoran pikiran). 

Keesokan harinya, Sabtu Kliwon disebut Kuningan. Dalam lontar Sundarigama disebutkan, upacara menghaturkan sesaji pada hari ini hendaknya dilaksana-kan pada pagi hari dan hindari menghaturkan upacara lewat tengah hari. Mengapa? Karena pada tengah hari para Dewata dan Dewa Pitara “diceritakan” kembali ke Swarga (Dewa mur mwah maring Swarga). 

source: http://www.hindubatam.com/upacara/dewa-yadnya/hari-galungan.html

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.